Hai Kamu


Hai kamu,

Wanita itu tercipta dengan hati dan perasaan yang super sensitif. Perangai dan tindakan wanita tidak bisa kamu tebak hanya dengan apa yang terlihat oleh mata. Tidak bisa. Kenapa? Karena wanita paling pintar menyembunyikan rasa.

Bila kamu melihatnya tersenyum lebar, tertawa, menyeringai lebar memamerkan deretan giginya, belum tentu ia sedang bahagia. Bisa jadi ia menyembunyikan sesuatu dalam hatinya. Luka? Gelisah? Khawatir? Gundah? Kamu tidak pernah tahu sampai kamu bertanya.

Tapi, nyatanya, bertanya juga tidak mampu menarik percaya dalam dirinya untuk bicara apalagi bercerita. Terkadang, bertanya tidak berarti pertanda peduli, bisa jadi hanya sekadar rasa ingin tahu. Iya kan?

Hai kamu,

Sadarkah kamu bahwa memahami wanita itu sulit? Mungkin kamu sadar. Tapi kamu lupa satu hal, menjadi wanita pun merupakan sebuah anugrah sekaligus tantangan. Seringkali, wanita pun sulit mengendalikan dan mengerti dirinya sendiri. Lelah bermain dengan pikirannya sendiri. Berharap dipahami tanpa harus menjelaskan.

Suatu masa, wanita bisa sekuat dan setegar karang, bahkan kamu bisa takjub melihatnya memiliki kekuatan sebesar itu. Tapi, tidak jarang rasa sensitif dalam hatinya membuatmu bingung. Jangankan kamu, ia sendiri bingung mengungkapkan.

Hai kamu,

Sudah berulang kubilang, hati wanita adalah titik paling sensitif di dunia. Jangan sekali-kali kamu bermain-main dengan itu. Kenapa? Sekali saja kau sentuh hatinya sekenanya, kau akan melihatnya sengsara untuk waktu yang lama.

Ia akan kesulitan mengelola hatinya yang sudah ia biarkan dipermainkan seenaknya olehmu. Ia akan kerepotan meletakkan setiap serpihan hati yang telah kamu porak-porandakan. Ia akan menangis kebingungan, bagaimana menyusun patahan-patahannya seperti semula. Ia dan dunianya, akan berubah sepenuhya. Sebab, kelabu dan pelangi terus menerus timbul tenggelam dengan cepat.

Hai kamu,

Jaga perilakumu. Simpan senyummu. Tidak usah merayu di balik tindakan baik. Tidak usah. Wanita terlalu sensitif untuk bermain-main. Pergi saja. Atau, kembali saat bermain-main bukan waktumu lagi.

Komentar