INTAN
Gadis berkerudung biru navy itu duduk termangu. Sudah hampir setengah jam lamanya ia terjebak di depan emperan toko dengan kondisi sepatu dan roknya yang mulai basah terkena cipratan air hujan. Yah, setidaknya bisa duduk, daripada berdiri, ujarnya dalam hati, menghibur diri. Sepuluh menit yang lalu, ia tidak sendiri, ada wanita berumur sekitar 30an duduk di bangku yang kini ia duduki. Tapi tidak lama, seorang laki-laki menjemputnya dengan payung, mungkin laki-laki bertubuh tegap itu suaminya.
Sepeninggal mereka, gadis bermata bulat itu sendiri. Duduk di depan emperan toko yang sudah tutup, sebab waktu sudah hampir pukul sepuluh malam. Dan, hujan masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Ia menghela napas berat, mencoba menenangkan hati dan lagi lagi menghibur diri.
Sepeninggal mereka, gadis bermata bulat itu sendiri. Duduk di depan emperan toko yang sudah tutup, sebab waktu sudah hampir pukul sepuluh malam. Dan, hujan masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Ia menghela napas berat, mencoba menenangkan hati dan lagi lagi menghibur diri.
Kondisi hatinya sudah buruk sejak kejadian itu, ia tidak ingin memperparahnya dengan mengeluh. Terjebak hujan, atau bahkan kehujanan sekalipun tidak sebanding dengan pilu di hatinya saat ini. Jadi, yang bisa ia lakukan hanyalah bersyukur. Ada hal yang sudah ia hadapi, jauh lebih menyesakkan daripada ini. Memang, dingin sudah mulai mejalari tubuhnya, memicu gejala berikutnya, mampet di hidung dan juga saluran pernapasan. Juga hatinya. Ah, lagi-lagi hati.
Ia tersenyum, getir. Lalu, meletakkan tas ranselnya di kepala, bersiap untuk menerabas hujan. Ia bersyukur, tapi rasa-rasanya menunggu tidak lagi menyenangkan. Sekarang, saatnya untuk pergi, ia tidak bisa menunggu lebih lama lagi.
***
Intan, Januari 2015
Ya Allah, kini aku baru benar-benar menyadari, bahwa setiap larangan-Mu adalah bentuk perlindungan dan kasih sayang. Agar hamba-hambaMu selamat dari segala macam derita dan sengsara. Aku melanggar, dan kini aku merasakan pahitnya derita.
Bermula dari pandangan, aku jatuh hati. Berbunga-bunga, lalu patah hati.
*** bersambung ***

Komentar
Posting Komentar