PENANTIAN

Sumber: commons.wikimedia.com


Tahukah kamu,
Apa yang lebih pahit dari patah hati?
Apa yang lebih menyesakkan dari putus cinta?
Apa yang lebih menyakitkan dari keduanya?
Yakni, penantian

Dari hari ke hari, bulan ke bulan
Menanti tanpa kepastian, menunggu tanpa kejelasan
Bukankah itu lebih menyakitkan?

Hingga pada akhirnya penantian akan jadi kebiasaan
Atau, bahkan tuntutan?
Menanti di ujung pengharapan, seolah-olah ia kunjung datang
Membentangkan janji-janji bertebarkan senyuman

Nyatanya, penantian tetaplah penantian
Harap-harap cemas menunggu dan mengharap kabar
Menimbun mimpi dan khayalan
Bukankah ini lebih menyesakkan?

Untukmu yang terpenjara dalam penantian,
Tetaplah berjuang meski ujian dan cobaan membuatmu jatuh berkali-kali
Tetaplah tersenyum meski air mata mengembang di pelupuk mata
Tetaplah tegar dan sabar meski penantian tak kunjung usai

Menanti memang sakit dan melelahkan
Menguras energi, emosi, dan pikiran
Tapi, percayalah
Penantianmu takkan sia-sia, takkan percuma
Sebab, usaha tak kan mengkhianati hasilnya

Komentar

Postingan Populer