Perempuan Perasa VS Laki-Laki Tak Peka
Meski tidak semua, tapi kebanyakan wanita ditakdirkan memiliki sifat perasa. Bagaimana maksudnya? Ya, kaum hawa ini memiliki perasaan yang lebih sensitif. Mudah terbawa perasaan, mudah terharu, gampang menangis, dan berbagai kepekaan lainnya. Nah, lalu bagaimana jika perempuan perasa ini bertemu dengan laki-laki tak peka?
---
Perempuan perasa VS laki-laki tak peka.
Ibarat langit dan bumi. Sifat bawaan perempuan dan laki-laki itu tidak sama, jauh berbeda. Terlebih jika seorang perempuan yang terlalu perasa dihadapkan dengan laki-laki yang tak peka luar biasa. Waduh, bagaimana jadinya ya? Huru-hara.
Ambil contoh, ada sepasang suami istri yang baru saja menikah. Tentunya mereka belum terlalu mengenal satu sama lain, bukan? Lalu, kebiasaan suami meletakan handuk basah sembarangan membuat si istri jengkel. Sang istri hanya diam dengan raut wajah masam.
"Kamu kenapa, dek?" tanya suami.
"Gapapa," jawabnya masih dengan muka masam.
"Beneran gapapa?" tanya suaminya lagi memastikan.
"Iya," jawabnya singkat.
Lalu, apa yang terjadi selanjutnya? Si suami pergi bekerja seperti biasa seperti tidak terjadi apa-apa. Istrinya pun jengkel. Ngedumel dalam hati, kenapa suaminya nggak paham-paham juga? Kenapa suaminya percaya saja setelah ia berkata tidak apa-apa? Ujung-ujungnya bilang, dasar nggak peka!
Padahal, suaminya mana tahu kalau ia tidak bicara? Yang suaminya dapat ialah jawaban "gapapa", dan menurutnya itu sudah jelas. Clear. Selesai. Nyatanya, tidak semudah itu kan?
---
Tidak usah jauh-jauh ke pasangan yang sudah halal alias menikah. Kita bisa ambil banyak contoh dari problematika muda-mudi di luar sana. Seringkali banyak perempuan yang terlalu mengedepankan perasaan dan melupakan logika. Berbeda terbalik dengan laki-laki yang selalu berpikir logis dan mengesampingkan perasaan.
Setuju?
Misalnya saja kata 'baper' yang masih hits di kalangan anak muda hingga dewasa. Apa itu baper? Sebagai contoh, seorang perempuan terbawa perasaan alias baper ketika teman laki-lakinya terlalu baik kepadanya. Misal, seperti membantunya mengerjakan tugas, menemaninya menghadap dosen killer, mengantarnya ke rumah karena sudah malam, dan kebaikan lainnya.
Dengan kebaikan itu, lantas perempuan ini baper dan merasa kalau temannya itu punya perasaan lebih kepadanya. Ia merasa diperlakukan istimewa. Lalu, apakah benar demikian? Apakah teman laki-lakinya tersebut memang memiliki perasaan intimewa?
Tidak. Ternyata teman laki-lakinya itu memang orang baik. Dia memiliki sikap dan sifat yang baik sejak kecil. Ia dididik oleh keluarganya untuk selalu membantu orang lain. Ia benar-benar berniat tulus membantu tanpa ada niat tersembunyi lainnya.
Pertama, ia membantu mengerjakan tugas karena ia adalah penanggung jawab kelas. Kedua, ia menemani menghadap dosen killer karena ia salah satu mahasiswa kesayangannya, ia berharap dengan kehadirannya akan membantu. Ketiga, mengapa ia mengantarkannya hingga pulang ke rumah? Jawabannya jelas, karena saat itu sudah larut malam. Laki-laki mana tega membiarkan perempuan pulang malam-malam sendirian?
See?
Saat diantar pulang, perempuan ini baper seada-adanya hingga ia kesulitan tidur dan selalu terbayang-bayang wajah temannya.
Lalu, bagaimana dengan temannya? Sesampainya di rumah, dia sempatkan untuk membersihkan diri, makan, lalu tidur karena kelelahan. Sudah, itu saja.
See?
Perempuan terlalu sering menggunakan perasaannya berlebihan. Dan, laki-laki terlalu mengedepankan logika.
Kalau sudah begitu, akan sulit bertemu di satu titik yang sama. Hingga akhirnya, yang ada hanyalah kecewa dan harapan yang dipupuk sendiri. Bukankah itu melelahkan?
---
Sejatinya, perempuan dan laki-laki memang diciptakan dengan sifat yang berbeda. Itu sudah kodratnya. Jadi, intinya, tinggal bagaimana kita mengelola hati dan perasaan dengan bijak.
Untuk kamu perempuan di luar sana, jangan terlalu mudah terjebak perasaan semu. Jangan mudah terbawa perasaan hanya karena sedikit kebaikan, jangan. Bentengi hati. Sadari kalau hati kalian itu lemah, mudah runtuh. Oleh karenanya, buatlah benteng sekuat-kuatnya.
Untuk laki-laki di luar sana, sadarilah bahwa wanita adalah makhluk lemah, termasuk lemah hati. Mudah baper, mudah geer, mudah tersentuh. Jadi, alangkah sangat baik dan bijak jika kalian menjaga sikap. Sama-sama saling menjaga.
Sepakat?
Komentar
Posting Komentar