Hijrahmu Untuk Siapa?
Sudahkah niat hijrahmu karena Allah SWT?
Sudah luruskah tujuan hijrahmu karena apa?
Masihkah kau mengharapkan penilaian manusia atas hijrahmu saat ini?
Tidak apa ukhti,
Hijrah adalah proses menuju baik. Bukan berarti kita harus terlihat sempurna tanpa cacat di mata manusia. Tidak. Kita sedang dalam proses meninggalkan keburukan dan maksiat demi menggapai ridha Allah SWT.
Tapi, terkadang, dalam perjalanan ini ada saja bisikan-bisikan setan yang memprovokasi kita untuk keluar dari niat utama. Misalnya, masih mengharapkan penilaian manusia. Dan lupa bahwa penilaian Allah SWT lah yang lebih utama.
Sejujurnya, kalau saya boleh cerita, proses hijrah saya berjalan amat sangat lambat. Bahkan hingga saat ini, saya masih jauh sekali dari kata 'baik'. Tapi, ada fase dimana proses hijrah saya terlihat lebih cepat dibandingkan dengan fase-fase sebelumnya.
Apa faktor yang mempengaruhinya? Banyak. Salah satunya, yakni lingkungan.
Lingkungan sangat berpengaruh penting dalam proses hijrah. Betul? Carilah kawan yang bisa mengingatkan ketika imanmu mulai turun. Cari kawan yang bisa diajak berdiskusi tentang agama. Cari lingkungan yang akan membuat proses hijrahmu lebih cepat.
---
Tapi, terkadang, masih ada bisikan-bisikan yang membuat kita fokus atas penilaian manusia. Hmm, lebih spesifik, untuk menarik penilaian dan perhatian si dia. Atau, mungkin memang masih ada yang menjadikan niat utama hijrah adalah demi 'si dia?'
Astaghfirullah.
Kalau boleh cerita lagi, sejujurnya, saya pernah seperti itu. Untuk menarik perhatian seseorang, saya mulai lebih giat mempelajari lebih dalam ilmu agama. Saya mulai memperhatikan penampilan saya, mengubahnya menjadi sedikit lebih syar'i. Demi siapa? Meskipun tidak terang-terangan saya ungkapkan, tapi saya tahu, hati kecil saya licik dan culas menjadikan 'dia' sebagai alasan saya untuk berubah.
Astaghfirullah.
Sampai suatu saat saya kecewa terhadap 'dia'. Lantas, apakah saya berubah lagi menjadi saya yang dulu? Apakah saya meninggalkan proses hijrah saya dikarenakan saya kecewa dengan manusia?
Alhamdulillah hanya terlintas dalam benak. Tapi nyatanya tidak sanggup saya lakukan. Saya sudah terlalu nyaman dengan proses hijrah ini. Meskipun, iman saya masih seringkali turun naik. Tapi saya yakin, Allah tidak akan membiarkan saya jatuh terlalu jauh.
---
Untukmu yang masih mengharapkan penilaian manusia, terutama untuk mendapatkan perhatian si dia, alangkah baiknya jika kita mulai meluruskan niat kita.
Sebelum kecewa dan sakit hati, hempas jauh-jauh angan dan harapan tentang 'dia'. Sesungguhnya, Allah maha pencemburu. Maka, sebelum terlambat, lupakan 'dia' dan kejar ridha Allah SWT.
"Ketika Zulaikha mengejar cinta Yusuf, makin jauh Yusuf darinya. Ketika Zulaikha mengejar cinta Allah, Allah datangkan Yusuf untuknya."
Jadi, sudah siapkah kita untuk luruskan niat hijrah kita? :)
"Ketika Zulaikha mengejar cinta Yusuf, makin jauh Yusuf darinya. Ketika Zulaikha mengejar cinta Allah, Allah datangkan Yusuf untuknya."

Komentar
Posting Komentar