Daily Life
Judge A Book by The Cover?
Think Again!
Oleh: Yasmin Shafiyyah
![]() |
| Source: Google |
Banyak orang
salah mengira, yang tampilannya baik dinilai baik pula. Yang tampilannya kurang
baik, dinilai tidak baik pula. Padahal tidak semua sama seperti apa yang telah
tertanam di pola pikirnya. Tidak semua tampilan luar menjadi tolak ukur
kepribadian seseorang. Seperti kata pepatah, don’t judge a book by the cover. Jangan menilai seseorang hanya
dari cover-nya saja.
Mungkin sebagian
orang menyela, menganggap pepatah tersebut hanyalah sekadar pepatah karena
zaman telah berubah. Mereka mengaku realistis dengan berkata bahwa saat ini
tampilan luar menjadi hal pertama yang dilihat dan otomatis itu yang dinilai. Mereka
menambahkan, ibarat cover sebuah buku, buku dengan desain cover yang paling
menariklah yang akan cepat terjual.
Namun mereka lupa,
isi adalah hal pokok dan utama dalam sebuah buku. Jika pembeli merasa kecewa
dengan isi buku yang ternyata tidak semenarik cover-nya, maka pembeli akan
belajar dari pengalaman. Mungkin saja ia akan menandai nama penulis atau
penerbit buku tersebut agar tidak lagi merasa tertipu.
Begitu pula
manusia. Tampilan fisik tidak bisa dijadikan sebagai tolak ukur sifat dan
karakter seseorang. Banyak sekali yang pada kenyataannya perilaku seseorang
sangat bertolak belakang dengan tampilan fisiknya. Baik perilaku baik atau
buruk.
Agar tidak
menjadi pribadi yang dengan mudahnya men-judge seseorang, di bawah ini ada
beberapa tips untuk disimak. Check it out!
1. AJAK NGOBROL
Saat pertama
kali jumpa seseorang, mungkin sekilas akan langsung memperhatikan tampilan
fisiknya. Entah dari wajahnya, gerak tubuhnya, atau style yang ia kenakan. Jika
melihat seseorang dengan tampilannya yang urakan, mungkin tanpa sadar otak akan
langsung men-judge bahwa orang itu tak punya aturan.
Untuk menghindari
hal tersebut, cobalah untuk ngobrol dengan orang itu. Tanya-tanya hal yang
ringan seperti nama, dari mana, mau apa, dan semacamnya. Mungkin memang pribadi
seseorang tidak akan langsung terlihat hanya dengan mengobrol beberapa menit. Akan
tetapi, setidaknya sedikit kepribadian orang itu akan terlihat dari caranya
berbicara, gesture tubuhnya, mimic mukanya, dan sebagainya.
2. KENALI LEBIH
JAUH
Maksud dari
mengenali lebih jauh ini adalah dengan berkomunikasi dan bertemu sedikit lebih
banyak dari biasanya. Dengan lebih banyak menghabiskan waktu tidak jauh dari
dia, maka sedikit demi sedikit akan terlihat sifat dan kepribadiannya. Dari situ
mulai dapat dinilai, apakah tampilan fisiknya mencerminkan sikapnya atau tidak.
Jika orang yang biasa menilai lewat tampilan fisiknya saja dan ia mengikuti
tips ini mungkin akan terkejut jika realita yang ada tidak sesuai dengan
ekspektasinya.
3 UBAH MINDSET ‘JUDGE
A BOOK BY THE COVER’
Mindset menilai
seseorang berdasarkan tampilan fisik harus diubah. Tanamkan dalam diri bahwa
sikap, sifat, dan kepribadian seseorang tidak dinilai dari fisik. Kenali seseorang
itu lebih jauh, baru dinilai. Bahkan terkadang, bertahun-tahun bersama
seseorang pun belum tentu dapat mengenali seratus persen orang tersebut. Apalagi
yang baru melihat sekejap mata memandang? Terlalu subjektif!
Selain itu,
tahan diri agar tidak tinggi hati. Terkadang orang-orang merasa bahwa dirinya
paling benar dan paling baik sehingga ketika melihat seseorang dengan tampilan
fisik urakan, kurang baik, langsung memandang remeh dengan sebelah mata. Belum tentu
hatinya sama dengan tampilan fisiknya, boleh jadi ia lebih baik dan mulia. Jika
memang hati dan sikapnya belum baik, jangan dipandang sinis. Akan lebih baik
jika dirangkul untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik.
So, masih mau
men-judge orang sembarangan? Think twice, people. Mwack!

Komentar
Posting Komentar