Jangan Tanya Lagi, "Salah Siapa"?
Oleh: Yasmin Shafiyyah
![]() |
| Source: Google |
Harapan seringkali berujung kecewa dengan pahit sebagai bumbunya
Setelah itu, menyalahkan takdir dalam keadaan putus asa
Kemudian timbul beribu pertanyaan 'mengapa' dalam asa yang tiada
Salah siapa?
Berulangkali kita sebagai manusia meletakkan harapan sekenanya
Membangun ekspektasi tinggi dengan rencana-rencana semu
Yang pada akhirnya realita tidak berjalan sebagaimana inginnya
Salah siapa?
Kita mengelak bahwa harapan itu tak pernah diminta
Ia tumbuh tanpa disadari dan perlahan menjadi boomerang diri
Namun harus dipahami bahwa harapan itu tumbuh seiring dengan kata hati
Salah siapa?
Membangun asa pada manusia memang berisiko tinggi
Apalagi sampai air mata membanjiri pipi
Jangan tanya lagi, "salah siapa?"
Jelas-jelas itu salah diri sendiri
Siapa suruh terlena dalam indahnya duniawi
Sampai-sampai lupa akan hakikat berserah diri
Jangan tanya lagi, "salah siapa?"
Tempat meletakkan harapan besar hanya kepada Sang Pencipta
Dia yang mengatur skenario dalam hidup manusia
Tak perlu risau, tak usah galau
Hasil akhir dari pengharapan besar pada-Nya adalah yang terbaik
Tak perlu kecewa atau menangisi
Percayalah, Dia Maha Mengetahui apa apa yang tidak diketahui hambanya
Jangan tanya lagi, "salah siapa?"


Komentar
Posting Komentar