Daily Life



Dekat diacuhkan, Jauh dipedulikan
Oleh: Yasmin Shafiyyah

 
Source: Google

Teknologi mengubah setiap detail kebiasaan manusia yang perlahan menjadi hal lumrah dan membudaya. Dijadikannya manusia menjadi sosok individualis yang acuh terhadap lingkungan sekitar. Akan tetapi, dengan sekejap berubah menjadi sosok bak malaikat yang peduli terhadap sesuatu jauh diluar sana.



Melihat perkembangan teknologi yang makin canggih dewasa ini, semakin sering pula kita jumpai berbagai kebiasaan masyarakat yang perlahan menjadi budaya. Setiap tahunnya, perusahaan teknologi merilis produk terbaru dengan sistem dan perangkat yang jauh lebih canggih dari sebelumnya. Dan ketika waktu rilis tiba, penggila teknologi akan dengan cepat mengganti gadget lamanya dengan yang terbaru. Begitu seterusnya, tiada habis.

            Perusahaan teknologi terus menciptakan produk-produk dengan berbagai kelebihan, baik di dalam ataupun bentuk luarnya. Di dalamnya, tersedia aplikasi-aplikasi super canggih yang memudahkan pengguna untuk berkomunikasi, mencari informasi dan hal-hal yang dapat menghubungkan pengguna dengan dunia. Dilihat bentuk luarnya, perusahaan menciptakannya sedemikian rupa agar konsumen dapat menggunakannya lebih mudah dengan berbagai varian model. Mulai dari bentuk yang tipis hingga model yang beraneka ragam warna.

            Berangkat dari latar belakang diatas, manusia-manusia pengguna teknologi, khususnya pengguna gadget, akan terus merasa tidak puas dengan apa yang mereka punya. Mereka akan terus mengganti gadget lamanya dengan yang baru demi mengikuti trend dan perkembangan zaman. Dari sanalah, lahir kebiasaan-kebiasaan yang menjadi budaya.

            Manusia diperbudak teknologi. Mungkin itulah kebiasaan yang berubah menjadi suatu budaya dikalangan masyarakat. Mereka yang disebut penggila teknologi, terutama gadget, akan terus update dengan perkembangan yang semakin pesat. Mereka akan dengan sangat antusias mendengar kabar terbaru terkait gadget yang akan dirilis, baik waktu rilis, model gadget, tempat dimana beredar pertama kali, hingga harganya. Bahkan, mereka rela mengorbankan sesuatu yang justru lebih penting hanya untuk mendapatkan gadget terbaru.

            Mengabaikan sekitar, pedulikan nun jauh disana. Kebiasaan inilah yang paling sering kita jumpai sebab akibat dari teknologi. Banyak dari pengguna teknologi yang tidak sadar sudah menjadikan kebiasaan ini menjadi suatu budaya. Seringkali, gadget menarik para pengguna tenggelam sangat jauh kedalam, sehingga lupa dan mengacuhkan apapun yang ada disekitar. Mereka terlalu asyik bercengkrama via aplikasi-aplikasi canggih, seperti Blackberry Messenger, Whatsapp, Line, dan sejenisnya.

            Selain aplikasi untuk chatting yang ‘menarik’ pengguna dari dunia, social media juga menjadi salah satu penyebab penting. Lewat social media, mereka dapat update status sesuai dengan ekspresi perasaan yang sedang dialami, dengan harapan dapat menarik perhatian para pengguna socmed lain. Socmed yang saat ini sedang diminati adalah Twitter, Path, Instagram, Facebook, Tumblr, dan sebagainya.

            Oleh sebab diatas, banyak dari mereka yang lebih memilih asyik dengan gadget daripada bercengkrama dengan orang disebelahnya. Mereka duduk berdampingan, namun saling diam dan memiliki dunianya masing-masing. Mereka lebih memilih menjalin hubungan lewat chatting daripada bertamu atau bertatap muka. Mereka dekat, namun jauh. Dekat fisiknya, namun dunianya berbeda.

            Budaya-budaya diatas timbul dan terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan mereka yang terus dilakukan karena perkembangan teknologi yang semakin pesat. Jika masyarakat dapat menyikapi perkembangan tersebut dengan bijak, kebiasaan-kebiasaan tidak baik diatas dapat dihindari dan diminimalisir. Sehingga, komunikasi dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar tidak hilang dan dapat terus terjaga. Bisakah kalian mengurangi kebiasaan-kebiasaan tersebut?

           

Komentar

Postingan Populer