Daily Life

KETIKA AKU JATUH CINTA

Oleh: Yasmin Shafiyyah

Source: Google

Tidak ada yang salah dengan jatuh cinta. Semua orang pasti pernah mengalaminya. Itu wajar dan normal. Tapi yang jadi pertanyaan adalah bagaimana menyikapi perasaan tersebut. Apakah dengan mengumbar status di sosial media, ataukah dengan galau sepanjang malam sambil senyum-senyum seperti orang gila? Jangan. Jatuh cintalah dengan rapi dan elegan. Simpan kebahagiaan itu rapat-rapat. Jikalau ingin berbagi, tulislah melalui sebuah tulisan yang indah, bukan seperti status kacangan cengeng tidak berkelas.

Lalu, tengok dan tanya hatimu. Sudah sejauh mana cinta itu melesat? Sudah sedalam mana cinta itu menyelam? Sudah selebar apa cinta itu menjalar? Apakah hatimu masih bisa diselamatkan ataukah sudah tidak dapat tertolong dari serangan virus merah jambu?

Jika hampir setiap malam waktu istirahatmu terganggu karena bayangnya berkelebat hebat, jika hal-hal kecil dapat membuatmu selalu teringat tentangnya, jika kenangan manis selalu kau kenang dengan manis, maka kamu positif terserang virus merah jambu akut.

Lalu, bagaimana mengatasinya? Haruskah membiarkannya terkunci rapat-rapat? Atau, menyatakannya langsung agar dia tahu yang sebenarnya?


1. Jangan cepat terbawa perasaan. Calm down.

Kalau kata anak zaman sekarang, jangan baper (bawa perasaan). Mungkin saja perasaan yang tengah kamu rasa saat ini hanyalah emosi sesaat. Hanya terbawa perasaan dan suasana. Diamkan saja selama beberapa hari. Jangan ingat-ingat kejadian apapun yang ada dianya. Lupakan senyumnya, lupakan cara dia bicara, lupakan ciri khasnya tertawa. Lupakan.

2. Kurangi intensitas interaksi dengan dia.

Hindari peluang berkomunikasi lebih banyak dengan dia. Dengan menghindar, otomatis komunikasi kamu dengan dia akan semakin sedikit. Dengan begitu, sedikit demi sedikit kenangan tentang dia akan luntur pelan-pelan.

3. Sibukkan diri dengan memperbanyak kegiatan positif.

Jika bayang-bayangnya masih sering hadir meski kamu sudah berungkali mengusirnya, perbanyaklah kegiatan. Dengan aktif di berbagai kegiatan, yang positif tentunya, akan membuatmu memprioritaskan hal-hal yang lebih penting. Hingga akhirnya dia akan menjadi prioritas akhir dan tidak mengganggu hidupmu.

4. Dekati sang pencipta dan utarakan perasaanmu.

Jika tips-tips di atas tidak bisa juga menghalau perasaanmu itu, jalan terbaik adalah dengan sujud dan bersimpuh kepada-Nya. Utarakanlah perasaan yang saat ini tengah kamu rasakan. Mintalah kepada Allah, zat yang Mahatinggi, solusi serta jalan keluarnya. Jika perlu, menangislah memohon ampun karena telah mencintai makhluknya sebegitu besar. Mintalah untuk dihapuskan perasaan itu jikalau memang tidak baik, dan mintalah untuk dipersatukan dengan orang yang kamu cintai melalui sebuah ikatan halal yang diridhai-Nya.

Karena sesungguhnya, laki-laki sejati bukan dia yang menyatakan cinta dan mengajaknya berpacaran, melainkan dia yang memiliki keberanian mendatangi Ayahnya si wanita yang ingin ia nikahi.

Karena keseriusan laki-laki dilihat dari bagaimana ia bertindak saat ia jatuh cinta. Apakah ia akan mengumbar perasaannya kepada si wanita, atau membiarkan perasaannya rapat-rapat hingga ia siap bertandang ke rumah wanita dan memintanya kepada sang ayah.

Bagaimana dengan kamu? :)


Komentar

Postingan Populer