9 Cara Jitu Agar Millenials Melek Finansial
![]() |
| Sumber: femina.co.id |
Mengelola keuangan dengan baik
perlu diterapkan oleh semua kalangan, terutama oleh generasi millenials yang sudah semakin dipermudah
oleh kemajuan teknologi dan informasi. Dengan kemudahan ini, seharusnya millenials lebih mudah dalam mengatur
pemasukan dan pengeluaran tiap bulan. Sebab, seharusnya, keuangan dikelola
tidak hanya untuk keseharian saja, melainkan untuk jangka panjang.
Namun, sangat disayangkan,
sebagian millenials cenderung lebih
suka menghabiskan pendapatannya untuk travelling,
hangout, dan belanja daripada
dialokasikan untuk investasi atau ditabung. Apalagi saat ini hanya berbekal smartphone atau laptop, millenials bisa berbelanja lewat e-commerce, memesan makanan, menikmati
hiburan, memesan transportasi online,
dan sebagainnya.
Disadari atau tidak, berbagai
kemudahan tersebut justru akan membuat millenials mengeluarkan uang dengan
mudah. Hal ini tentu akan jadi masalah jika millenials
tidak mampu membedakan, mana pos-pos pengeluaran yang dianggap penting atau
hanya sekadar keinginan belaka.
Millenials, tidak perlu khawatir,
tidak ada kata terlambat untuk belajar. Lalu, bagaimana cara jitu mengelola
keuangan bagi generasi millenial?
Simak pembahasannya berikut ini.
Buat Perencananaan Keuangan
Tiap Bulan
![]() |
| Sumber: landingtop.blogspot.com |
Jika sering kehabisan gaji di
pertengahan bulan, itu tandanya Anda belum menyusun rencana keuangan dengan
baik. Untuk menghindarinya, Anda bisa membuat rencana keuangan dengan rumus 50
– 30 – 20 untuk pendapatan bulanan Anda. Jadi, 50% dari pendapatan dialokasikan
untuk kebutuhan sehari-hari, 30% untuk kebutuhan pribadi misalnya untuk hiburan
dan sebagainya, dan 20% digunakan untuk tujuan finansial Anda seperti tabungan
dan investasi.
Anda bisa membuat anggaran dan
pos-pos pengeluaran secara detail,
misal pos untuk makan sehari-hari, biaya transportasi, beli pulsa internet dan
pulsa telepon untuk sebulan, belanja bulanan, dan lain sebagainya. Intinya,
tips menyusun rencana keuangan adalah pendapatan Anda harus dibagi ke dalam
tiga bagian, yakni untuk living, playing, dan saving.
Living untuk biaya hidup bulanan, playing untuk anggaran hiburan dan bermain, serta saving adalah dana yang masuk secara
sering namun keluar pada moment tertentu saja, seperti investasi atau tabungan.
Dengan cara ini, tentu Anda dapat mengendalikan keuangan tiap bulan dan lebih
mudah diketahui kemana perginya uang Anda.
Buat Tujuan Jangka Panjang dan Jangka Pendek
![]() |
| Sumber: finansialku.com |
Biasanya, millenials cenderung tidak terlalu memikirkan tujuan atau
pencapaian dalam hidup, baik itu jangka panjang maupun jangka pendek. Padahal,
target itu perlu agar hidup lebih terarah dan pengelolaan finansial lebih
bijak. Misalnya, dalam lima tahun ke depan Anda memiliki target untuk membeli
rumah, maka Anda perlu serius dan komitmen untuk menabung.
Tidak hanya menabung, Anda bisa
memutar pendapatan Anda dengan berinvestasi. Dengan begitu, target membeli
rumah bisa jadi lebih cepat dari perkiraan. Membuat target juga terbilang ampun
untuk menahan diri dari pengeluaran yang tidak terlalu penting. Sebab, Anda
target yang menunggu untuk dicapai.
Hindari Gaya Hidup
Boros dan Foya-Foya
![]() |
| Sumber: glitzmedia.co |
Gaya hidup di kalangan millenials
dapat dikatakan cukup menguras kantong jika tidak mampu mengontrol diri. Millenials cenderung lebih suka membeli
barang bermerek, hangout di resto dan cafe keren, dan travelling. Jika
dilakukan sekali atau dua kali mungkin tidak begitu berpengaruh pada keuangan.
Namun, pastikan untuk tidak menjadikannya sebagai kebiasaan dan gaya hidup.
Apalagi jika Anda memiliki gaji
yang terbilang pas-pasan. Untuk itu, agar tidak menjadi ‘besar pasak daripada
tiang’, kontrol gaya hidup sesuai dengan pendapatan.
Melakukan Pengembangan Diri Sebagai Investasi
![]() |
| Sumber: ekonomi.metrotvnews.com |
Daripada menghabiskan gaji untuk
sebuah keinginan yang sebenarnya bisa ditunda, lebih baik melakukan pengembangan
diri dengan mengikuti berbagai seminar dan workshop
yang akan meng-upgrade soft skill
Anda. Melalui pengembangan diri ini, tentu kemampuan Anda akan meningkat dan
membantu untuk menambah pendapatan Anda nantinya.
Misalnya, dengan mengikuti
workshop bisnis e-commerce, Anda
mulai berani merintis usaha sampingan yang tentunya akan menambah pundi-pundi
penghasilan.
Siapkan Tabungan Darurat dan Investasi
![]() |
| Sumber: republika.co.id |
Mempersiapkan dana darurat dan
investasi sangat penting untuk mempersiapkan segala ketidakmungkinan di masa
depan. Anda bisa memilih jenis tabungan dan investasi yang saat ini banyak
tersedia, antara lain deposito, tabungan berjangka, reksadana, saham, dan
lain-lain. Dalam menentukan jenis investasi ini, pastikan Anda menyesuaikan
dengan kebutuhan dan kondisi finansial.
Dan jangan sungkan untuk terus
belajar tentang investasi kepada seseorang yang sudah lebih dulu terjun. Anda
juga bisa berkonsultasi kepada ahli terkait investasi apa yang sebaiknya
dipilih. Selain itu, tabungan dana darurat perlu dipersiapkan setidaknya
sebesar 6 kali pengeluaran selama sebulan.
Untuk menghindari kehabisan gaji
untuk dialokasikan pada pos ini, sebaiknya segera sisihkan gaji Anda tiap bulan
untuk ditabung dan investasi.
Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
![]() |
| Sumber: economy.okezone.com |
Tidak ada salahnya menyiapkan
dana pensiun sejak di usia muda. Hal ini untuk meminimalisir beban anak dan
cucu dalam menanggung kebutuhan Anda di masa-masa tua. Sebab, tentunya Anda
tidak mungkin bekerja seumur hidup dan harus memiliki tabungan pensiun sendiri.
Semakin dini Anda menyiapkan dana pensiun, maka akan semakin banyak dana yang
terkumpul sehingga Anda tidak perlu mengkhawatirkan kondisi finansial di masa
pensiun.
Siapkan Dana Pendidikan Anak
![]() |
| Sumber: mediakepo |
Seperti halnya persiapan dana
pensiun, tidak ada salahnya jika Anda mulai mempersiapkan dana pendidikan untuk
anak. Hal ini tentu akan menjadi perencanaan keuangan jangka panjang ke masa
depan. Jadi, ketika kehadiran buah hati tiba, Anda tidak kalang kabut
menyesuaikan gaji untuk pos-pos kebutuhan anak, salah satunya dana pendidikan.
Apalagi, biaya pendidikan di
Indonesia tidak murah, yakni selalu meningkat hingga 6% - 20% tiap tahunnya.
Untuk itu, perlu dipersiapkan jauh-jauh hari agar anak Anda mendapat pendidikan
hingga ke jenjang perguruan tinggi. Anda
bisa menggunakan tabungan pendidikan, asuransi pendidikan, dan sejenisnya.
Manfaatkan Teknologi untuk Mengatur Keuangan
![]() |
| Sumber: mediaindonesia.com |
Dengan perkembangan teknologi
yang kian canggih, seharusnya millenials dapat memanfaatkannya untuk membantu
menyelesaikan persoalan keuangan. Jangan menggunakan teknologi hanya untuk
eksis di media sosial, chatting, video call, atau streaming video saja. Tapi, Anda bisa memanfaatkan teknologi
informasi untuk mengelola perencanaan keuangan.
Saat ini, sudah tersedia banyak
aplikasi yang dapat diunduh secara gratis untuk membantu Anda mencatat
pengeluaran dan pemasukan selama sebulan. Sangat membantu, bukan?
Tambah Penghasilan
dengan Pekerjaan Sampingan
![]() |
| Sumber: kumpulan.info |
Jika sudah melakukan perencanaan
dengan matang namun gaji Anda belum mencukupi pos-pos pengeluaran, tandanya
Anda perlu tambahan pendapatan dengan mencari pekerjaan sampingan. Dengan
penghasilan tambahan ini, Anda juga bisa mengalokasikannya ke dana darurat. Hal
ini untuk mempersiapkan diri dari ketidakjelasan kondisi keuangan dan pekerjaan
di masa depan.
Anda bisa bekerja paruh waktu (freelance) atau membangun bisnis
kecil-kecilan. Bukan tidak mungkin, bisnis kecil-kecilan Anda akan menjadi
besar di kemudian hari.
Millenials tentu bisa membuktikan
bahwa generasi mereka juga mampu ‘melek’ finansial dengan cara hidup hemat dan
fokus pada pencapaian jangka panjang. Menikmati hidup selagi muda tentu tidak
menjadi masalah, asalkan millenials mampu menyesuaikan dengan pendapatan dan
pos-pos pengeluaran serta pencapaian di masa depan.











Komentar
Posting Komentar