Melepaskan Kepergian Dengan Ikhlas

Sejatinya, semua hal yang ada di muka bumi ini hanya titipan. Sementara. Tidak kekal, tidak abadi.

Jadi, akan ada masanya dimana kita harus merelakan sesuatu. Melepaskan. Mengikhlaskan. Memang bukan hal mudah, justru akan terasa teramat sulit.

Bagaimana tidak? Ibaratnya, sesuatu yang kita akui sebagai miliki kita, mendadak harus pergi. Sesuatu yang biasanya menjadi bagian hidup kita, mendadak tiada. Sesuatu yang sudah menjadi rutinitas, mendadak sirna.

Lalu, bagaimana?

Salah satu cara terbaik adalah dengan merelakan, melepaskan, mengikhlaskan.

Mungkin sulit dilakukan, tapi itulah yang terbaik. Cara paling bijaksana.

Tidak mungkin apa yang telah pergi kita paksa untuk kembali.

Tidak mungkin apa yang sudah hilang kita ciptakan lagi.

Tidak mungkin kita ratapi sepanjang hari.

Sesuatu yang pergi mengajarkan arti sebuah perpisahan. Bagaimana menghargai kehadiran, dimana biasanya dianggap biasa. Namun, begitu berharga setelah tiada.

Setiap pertemuan, selalu diiringi perpisahan. Setiap pertemuan, mengajarkan kita banyak hal. Perpisahan memang menyesakkan, tapi akan ada pelajaran di baliknya. Percayalah.

Kehilangan, merelakan, melepaskan, mengikhlaskan.

Komentar