Datang Lalu Pergi
Orang-orang datang dan pergi, bolak-balik silih berganti. Berapa kali? Tidak terhitung jumlahnya.
Ada yang ketika datang membawa senyum merekah di wajahnya, namun pergi meninggalkan luka dan trauma.
Ada yang datang dengan kondisi hancur, perlu perbaikan, pemulihan perlahan. Menyatukan serpihan-serpihannya pelan-pelan. Tapi, pergi begitu saja tanpa ucapan. Tidak ada terima kasih ataupun selamat tinggal.
Ada yang datang tanpa diundang, tidak jua pergi saat disuruh pulang.
Ada yang tetap tinggal, baik susah maupun senang.
Ada yang ingat saat butuh, berlagak acuh saat tak butuh.
Tidak perlu risau, apalagi galau. Jangan pula dendam. Kalau kata Bang Tere, "Orang-orang terbaiklah yang akan tetap tinggal,".
***
Sepanjang hidup, ingatkah kita sudah berapa banyak orang yang lalu lalang di hidup kita?
Kadang kita dilupakan, kadang kita yang melupakan.
Seringkali kita mengeluh, banyak teman-teman atau bahkan saudara yang datang hanya saat mereka butuh. Namun, menjauh bak tertelan bumi saat kita yang butuh.
Tapi, cobaa diingat lagi. Jangan-jangan kita juga pernah melakukan hal serupa? Jangan-jangan tanpa sadar kita lah yang tidak ada saat orang lain butuh pertolongan?
Introspeksi:)
***
Sekadar berbagi pengalaman, untuk teman-teman yang sedih dan galau karena mulai terlupakan dan ditinggalkan.
Mungkin saat ini, kita sedang merasakan bahwa satu per satu orang-orang mulai pergi dan sibuk dengan dunianya masing-masing. Kita perlahan tenggelam dan terhapus pelan-pelan.
Tidak masalah. Tidak perlu sedih. Saat satu orang melupakan kita, kita tidak pernah tahu kalau di luar sana ada orang-orang yang dalam waktu senggangnya masih sempat menghadirkan bayangan kita di pikirannya. Meskipun hanya selintas.
Siapa tahu?
Ini bukan membuat diri kita kepedean. Tapi, untuk menimbulkan pikiran positif. Daripada emosi dan mikir yang tidak baik, lebih baik ber-khusnudzon dong?
Yaa, kalaupun memang rasa-rasanya meragukan. Ada satu yang pasti. Allah.
Allah tidak akan meninggalkan kita, kalau kita mengadu kepada-Nya. Datang pada Allah, Allah akan mudahkan segala urusan.
***
Sekadar bercerita, beberapa waktu lalu saya sedang mengangkat pakaian yang sudah kering di halaman rumah.
Tanpa sadar, ternyata ada tukang tahu gejrot di depan rumah. Abangnya melihat ke arah saya. Awalnya saya nggak sadar.
Ketika saya lihat, saya baru ngeh kalau ternyata abang tersebut adalah abang tahu gejrot yang biasa saya beli dagangannya ketika kecil (mungkin ketika saya masih SD-SMP/SMA).
Akhirnya saya sapa lah. "Eh, mang,"
"Libur? Tumben di rumah,"
"Iya mang,"
Begitulah. Setelah saya cerita ke adik saya (dia beli tahu gejrot sebelum saya lihat abang gejrot), ternyata mang tahu itu juga masih ingat adik saya. Bahkan dia masih ingat nama kami.
Duh, mungkin agak terkesan biasa saja. Tapi, semenjak SMA kelas dua, saya pindah rumah dari lingkungan yang biasanya abang tahu gejrot jualan.
Setelah kurang lebih 5 tahun, akhirnya saya dan keluarga kembali lagi ke lingkungan yang dulu. Pindah rumah.
Setelah lima tahun lebih, ternyata abang tahu gejrot masih ingat. Setelah banyak hal yang saya lalui, hal sekecil ini bisa saya jadikan pelajaran.
Ada hikmah yang bisa saya petik.:)
Tidak masalah siapapun yang melupakan, akan selalu ada orang yang mengingat kita. Siapapun itu:)

Komentar
Posting Komentar