Tengok Masa Lalu, Lihat, Betapa Kuatnya Dirimu!
![]() |
| Sumber: altmuslimah.com |
Semua orang pastinya tahu kalau ujian dan masalah akan selalu ada di sela-selanya.
Ibaratnya, 'sengsara' membuat hidup lebih berwarna. Meskipun warnanya nggak melulu warna cerah dan terang, warna gelap seperti hitam dan abu-abu akan turut hadir menghiasi.
Cuma, seringkali ujian dan masalah membuat kita mengeluh, menggerutu, dan mengaduh. Malah, tidak jarang memaki dalam hati, bertanya dengan seribu kata tanya 'kenapa'. Entah untuk siapa tanya itu ditujukan, Tuhan? Atau, monolog dengan diri sendiri?
"Kenapa harus gue yang ngerasain ujian ini? Kenapa nggak orang lain aja?"
"Kenapa ujian dan masalah datang bertubi-tubi?"
"Kenapa hidup gue nggak bisa tenang?"
Dan, beribu macam tanya lainnya, yang pastinya tidak akan pernah habis bergulat dalam pikiran.
Saat ujian datang, kita merasa seolah-olah menjadi manusia paling sengsara di dunia. Paling merana sejagat raya. Sedih, gundah gulana, bercucuran air mata. Dan, parahnya, kalau tidak kuat iman, ada yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Naudzubillah.
Siapa sih yang tidak pernah merasa sengsara? Sedih? Patah hati? Kecewa? Marah? Lumrah. Karena manusia punya rasa. Semua orang pasti pernah merasakan. Yang membedakan, bagaimana cara mereka mengatasi dan menyikapi berbagai persoalan.
Saya pun pernah berada di titik terendah, bergulat dengan keputusasaan, dikendalikan sedih kecewa dan marah dalam satu rasa. Bagaimana rasanya? Nano-nano.
Banyak hal dalam hidup yang memaksa saya untuk tegar. Saya harus terus berdiri di atas kaki sendiri, meskipun goyah dan terombang-ambing ke sana-sini. Harus terus senyum meski air mata memaksa turun berkali-kali. Harus tetap tertawa meski sesudahnya termangu tanpa ekspresi.
Ujian dan persoalan setidaknya mengubah tingkah laku dan pola pikir. Semakin sering ujian datang, tandanya Allah sedang rindu dan menginginkan hambanya mengadu dan bersimpuh menangis di peraduannya. Paling tidak, itu yang saya pelajari dan yakini hingga saat ini.
Ada satu poin penting yang bisa kita lakukan agar dapat terus kuat meski persoalan memukul bertubi-tubi. Apa? Tengoklah ke belakang.
Ambil wudhu, sholat, berdoa. Lalu, merenung lah. Tengok kehidupanmu beberapa saat ke belakang, telusuri setiap jengkal perlahan, resapi pelan-pelan.
Sudah berapa banyak ujian dan persoalan yang telah kamu lewati? Sudah berapa banyak tangis yang kamu keluarkan hingga sampai ke tahap ini? Kalau di masa lampau, kamu berhasil melewati berbagai cobaan, kenapa saat ini kamu mesti takut dan ragu?
Percayalah, kamu lebih kuat dari hari kemarin. Kamu bukan manusia lemah di masa lalu. Sudah banyak hal yang kamu lewati, lebih menyesakkan daripada ini. Iya kan?
Datang pada Allah, maka Allah akan mudahkan segala urusan.
La Tahzan Innallaha Ma'ana. Jangan sedih, Allah bersama kita. :)


Komentar
Posting Komentar